Senin, 08 Februari 2010

Reog Ponorogo Antarkan Team SMAdaBo Raih Juara I Pada English Presentation Contest

SMAdaBO- Kamis (29/11) SMA Negeri 2 Bojonegoro mengirimkan 1 team untuk mengikuti English Presentation Contest Tingkat SMA/SMK/MA Negeri/Swasta se-Kabupaten Bojonegoro. Team yang dikirim untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Nasional Bojonegoro ini beranggotakan Hendry Asfahany (XII IS 1), Lailatul Afidah (XII Bahasa), dan Bernike Grasika Tamedya (XI Bahasa).

Ketiga orang tersebut telah digembleng oleh beberapa guru bahasa Inggris SMAdaBO selama kurang lebih 2 minggu untuk berperang di SMP Ar-Rahmat, tempat lomba tersebut diadakan. Dalam event ini, team SMAdaBO harus bersaing dengan 36 team dari SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bojonegoro. Meskipun terlihat percaya diri dengan seragam hitam-putih, para pentolan SMAdaBO masih mengaku kurang siap. “Aku nggak percaya kalau hari ini udah lomba, dibilang nervous ya santai, dibilang santai ya nervous,” aku Lala (panggilan akrab Lailatul Afidah, red.) yang sudah terbiasa dengan panggung English contest. “Iya lho, enteng banget, tadi malam aja kita seneng-seneng, bukannya diskusi buat hari ini, eh malah ngerumpi…,” lanjut Hendry. Keduanya -Lala & Hendri- memang sudah terbiasa ngomong bahasa inggris setiap harinya, sebab dia adalah pengasuh acara English Solution Program (ESP, red) di radio Madani FM. Ibear -sapaan beken Bernike- juga ikut angkat bicara, “Lha iya, kurang siap pokoknya! Nggak siap! Nervous… tapi nggak tahu kenapa, ya, aku kebawa nyantai sama kakak-kakakku ini,” ungkapnya polos pada ZZ yang sedang meliput. Iber yang juga redaktur pelaksana majalah zz menambahkan bahwa lomba ini yang penting positive thinking dibuat just for fun.

Pukul 08.00 WIB, acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Kasub Dinas Pendidikan Menengah Umum Bojonegoro, Drs. Zainuddin yang juga memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta lomba kemudian lomba di mulai. Setiap team harus melewati 2 tahap seleksi. Yang pertama adalah tahap writting, menulis karangan sesuai tema yang didapatkan dari undian. Kemudian diambil 12 regu dari 37 regu peserta.

Pada tahap pertama, tim SMAdaBO yang bernomor peserta 28 ini mendapatkan tema CULTURE (budaya, red.), tema yang cukup ringan bagi tim SMAdaBO. Sementara 36 regu lainnya segera berkutat dengan kertas, pulpen dan kamus, Lala, Hendry dan Ibear memilih berbincang sejenak dan menikmati snack yang disediakan dengan santai. Mereka mengaku sudah siap untuk tema ini. “Kemarin Senin (26/11, red.) kan kita semua udah disuruh bikin composition alias karangan tentang 10 tema yang diujikan, 1 orang dapat jatah 3 tema. Nah, kebetulan aku dapat culture, jadi udah siap, hari ini kami akan menulis tentang Reog Ponorogo yang diklaim Malaysia,” ujar Hendry yang memang sudah mempersiapkan tema itu sebelumnya. Setelah 90 menit, naskah karangan dikumpulkan kepada juri dan seluruh peserta diperbolehkan berisitirahat.

Setelah berdiskusi selama 30 menit, hasil seleksi tahap pertama diumumkan. Congratulation! SMAdaBO masuk dalam 12 besar! Tetapi, perjuangan belum berakhir. Ada satu tahap lagi yang harus dilewati, tahap final yang paling menegangkan: presentation! Tim SMAdaBO harus mempresentasikan karangan mereka sebaik-baiknya untuk mencuri perhatian juri.

Maju pada urutan ke-10 memberikan kesempatan kepada tim SMAdaBO untuk mempersiapkan diri sematang mungkin. Setelah melihat 9 regu yang sudah mempresentasikan materi mereka, bagaimana kesiapan tim SMAdaBO? ”Nervous! ”Khususnya aku, kalau Mas Hendry dan Mbak Lala udah biasa ikut lomba beginian, lha aku, this is my first time! Aku takut salah ngomong! Tapi… kalau boleh narsis dan GR, piala juara satu di depan itu punya SMAdaBO, lho! Do the best aja!” ujar Ibear diikuti tawa Hendry dan Lala yang sekaligus mengamini ucapan Ibear.

Gugup, takut, ragu dan juga setengah yakin serta ke-PeDe-an akhirnya berujung pada penampilan team SMAdaBO yang apik dan rapi di atas panggung. Setiap anggota tim menampilkan performa yang terbaik, baik saat mempresentasikan karangan mereka yang berjudul ‘Reog Ponorogo is Ours’, maupun ketika menjawab pertanyaan dari para juri. “Puas! Banget! Oke pokoknya!” seru Lala bersemangat.

Inilah puncak acara, bagian yang paling mendebarkan dalam setiap lomba, yaitu pengumuman juri mengenai para juara. SMK Negeri 2 Bojonegoro disebut pertama kali sebagai peraih Juara Harapan III dengan berkat presentasi mereka degan tema transportation. Kemudian Juara Harapan II diraih oleh SMA Negeri 1 Sumberrejo. SMA Negeri 1 Padangan menyusul sebagai Juara Harapan I. Selanjutnya, SMA Negeri 1 Bojonegoro dinobatkan sebagai Juara III berkat presentasi mereka yang gamblang tentang AIDS. MAN 1 Bojonegoro sebagai Runner Up berhasil membawa pulang trophy Juara II dengan bangga. And the first winner is SMA Negeri 2 Bojonegoro dan berhasil menggondol piala Juara I beserta sejumlah tabungan yang diserahkan oleh Drs. Zainuddin, Kasub Din Dik Men Um Bojonegoro.

Tak ada ekspresi lain dari Hendry, Lala, dan Ibear selain tersenyum bangga serta berteriak gembira. “Good job! Thank you, our teachers! Makasih buat doanya, buat ilmunya, dukungannya, dan semuanya, syukuran yuk, Bu…,” ujar Ibear mewakili rekan-rekan satu timnya, “Makasih juga, Mas Hendry, Mbak Lala yang udah bimbing aku, this is a nice corporation, kapan lagi?!”

Chayoo and congratulation for SMAdaBO and the winners, untuk waktu yang akan datang, harus dipertahankan dan lebih baik lagi, oke?

www.sma2bojonegoro.com, 30 nop 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita rembug bersama, agar kesenian reog lebih berkwalitas dan berkembang, tetapi jika ngobrol tanpa ada ACTION sama halnya BO'ONG, maka setelah kita ngbrol sambil NGOPI kita TATA gamelan dan langsung kita REOGAN.....