Selasa, 12 Juli 2011

Kesenian Reog Milik Asli Bangsa Indonesia Bukan Milik Malaysia

Jambi, VetOnews.

Dalam Rangka HUT Kodam II/Sriwijaya ke-62 tahun 2008, untuk pertama kalinya Korem 042/GAPU mengadakan event Festival Reog Ponorogo se-Provinsi Jambi. Event yang dilakukan pada hari Juma?t sore (1/2)di lapangan Makorem Jambi, akan berlangsung selama tiga hari, dimulai 1-3 Februari 2008 yang di ikuti oleh delapan peserta dari seluruh kabupaten dan kota.


Ketua Panitia Kapten. (Inf). TNI AD Sugeng Sudibyo mengantakan, maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan Festival ini selain sebagai rangkaian kegiatan HUT Kodam II/Sriwijaya ke-62, juga event ini diharapkan akan memberikan arahan yang jelas dan tegas tentang eksistensi kesenian Reog Ponorogo dimasa mendatang agar tidak menyimpang dari sumber kesenian budaya daerah khas Ponorogo.


Event kali ini adalah untuk melestarikan, mengembangkan kesenian Reog Ponorogo diluar Pulau Jawa, termasuk di Provinsi Jambi agar nilai-nilai luhur dan kekayaan budaya daerah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak akan punah untuk selama-lamanya,?paparnya kepada VetOnews, Jumat kemarin (1/2) di Kota Jambi.


Sudibyo menjelaskan, jumlah kesenian Reog Ponorogo di Provinsi Jambi sebanyak 23 kelompok, diantaranya dua kelompok di Kota Jambi, empat group di Kabupaten Muaro Jambi, satu kelompok di Kabupaten Batang Hari, tujuh group di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tiga kelompok di Kabupaten Tanjung Barat, satu kelompok di Kabupaten Tebo dan dua group di Kabupaten Sarolangun, satu kelompok di Kabupaten Merangin, serta dua group di Kabupaten Kerinci.


Bagi peserta yang mengikuti kegiatan festival (Reog Ponorogo) kali ini,menurut Sudibyo, hanya delapan kelompok, masing-masing Kota Jambi (dua group), Kabupaten Muaro Jambi (tiga kelompok), Kabupaten Tanjung Jabung Timur (satu kelompok), Kabupaten Tanjung Jabung Barat (satu group), dan Kabupaten Tebo (satu kelompok).


Terkait para peserta yang tidak dapat hadir untuk mengikuti event tersebut, Sudibyo menanggapi bahwa mereka terkendala oleh beberapa faktor, diantaranya para peserta masih berada di Ponorogo, waktu terlalu singkat, serta jarak tempuh yang cukup jauh, ?bahkan ada peserta yang menyeberang laut menuju kesini,? ungkapnya.


Danrem Ingatkan Generasi Muda

Festival Reog Ponorogo di Makorem Jambi itu, dibuka secara resmi oleh Danrem 042/GAPU Kolonel. (Inf). TNI AD Sutrisno. Dalam sambutannya, Sutrisno menyampaikan pesan kepada masyarakat Provinsi Jambi terutama kaum generasi muda untuk lebih mengenal dan menghargai kesenian tradisional khususnya kesenian Reog Ponorogo, yang akhir-akhir ini mendapat pengakuan dari negara Malaysia.


Kesenian Reog Ponorogo adalah milik asli bangsa Indonesia, bukan milik bangsa negara lain, dan sudah seyogyanya kita berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah, yang selama ini semakin mengikis dibenak kawula muda,? ujarnya dengan nada tinggi.

Melalui kegiatan ini, Danrem berpesan, sebagai komponen bangsa berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan nilai?nilai sosial budaya bangsa sebagai salah satu aspek kehidupan nasional untuk diwariskan kepada generasi penerus.


Menurut Sutrisno, melalui Festival Reog Ponorogo kali ini, semua pihak dapat mempererat tali silaturrahim dan memupuk rasa kebersamaan dan kekeluargaan dalam bingkai NKRI, khususnya Kemanunggalan TNI dan Rakyat di wilayah Provinsi Jambi.


Danrem 042/GAPU Jambi berharap, hendaknya para peserta saling berkompetesi untuk mendapatkan prestasi dengan menjunjung tinggi norma-norma sportifitas, sehingga tidak terjadi hal-hal yang justru merusak jiwa dan semangat kesatuan dan persatuan serta rasa persaudaraan yang terjalin selama ini, ?kepada para peserta, jadilah ?Warog Reog Ponorogo? sejati agar segala? tujuan dapat tercapai dengan baik, dengan tidak mengabaikan unsur keamanan dan keselamatan diri,? tegas Danrem.


http://vetonews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=573:Kesenian%20Reog%20Milik%20Asli%20Bangsa%20Indonesia%20Bukan%20Milik%20Malaysia&catid=1:headline&Itemid=34

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita rembug bersama, agar kesenian reog lebih berkwalitas dan berkembang, tetapi jika ngobrol tanpa ada ACTION sama halnya BO'ONG, maka setelah kita ngbrol sambil NGOPI kita TATA gamelan dan langsung kita REOGAN.....