Jumat, 15 Juli 2011

Reog Ponorogo Ikut Menemani Barongsai


Kemeriahan Malam Cap Go Meh di Ibu Kota Kepri

Perayaan Tahun Baru Imlek, setiap tahun selalu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dari etnis Tionghoa. Puncaknya, setelah hari ke 15, ada perayaan yang sudah dipercaya ratusan tahun lalu yang dinamakan Cap Go Meh. Bagaimana semaraknya Cap Go Meh di Ibu Kota Kepri?

Taufik A Habu – Tanjungpinang

Sekilas, tidak tampak perayaan Cap Go Meh di Kota Tanjungpinang, yang digagas oleh Perhimpunan Indonesia Tinghoa (Inti) ini merupakan acara khusus etnis Cina. Pasalnya, kegiatan yang dipusatkan di sepanjang Jalan Teuku Umar, Tanjunpinang Kamis (17/2) malam ini, dimeriahkan oleh berbagai atraksi budaya dari beberapa daerah dan suku di Indonesia.

Selain pagelaran marching band dari beberapa sekolah di Tanjungpinang, tampak juga aksi tari-tarian melayu, Paguyuban Batak, Padang, Bawean sampai pada atraksi tarian Reog Ponorogo, yang membuat ribuan warga yang menyaksikan acara ini terperangah. Ada juga pawai ratusan lampion, aksi barongsai dari perhimpunan etnis Tionghoa dan paguyuban yang ada di Tanjungpinang.

Menurut Ketua INTI Tanjungpinang, Kasimo Purnomo, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah dimulai sejak 4 tahun lalu. Namun, yang digelar tahun agak sedikit berbeda dengan menampilkan aktraksi tari-tarian budaya dari beberapa daerah yang ada perhimpunannya di Kota Tanjungpinang.

“Kami ingin menunjukan, Cap Go Meh ataupun Imlek tidak melulu kegiatan Tionghoa, tapi semua bisa berpastisipasi dan mengambil peran,” tandasnya.

Kasimo optimis, kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisata baik yang datang ke Tanjungpinang maupun Kepri. Pasalnya, ini salah satu target dan tujuan diadakannya event tersebut.

Sebagai orang yang menjunjungtinggi kemajemukan budaya, Kasimo berencana akan mengadakan event serupa di tahun depan, yang kemungkinan besar akan mendatangkan pagelaran dan budaya dari luar daerah Kepri. Cap Go Meh maupun Imlek adalah pesta dan silaturahmi etnis Tionghoa, akan tetap sasaran dari Imlek untuk mempersatukan dan mempererat tali silaturahim antar warga dari bebrbagai suku, etnis maupaun agama.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud dan mendapat dukungan dari semua pihak,” ungkap Kasiom yang masih berkecimpung di dunia bisnis ini.

Saat ini, kata Kasimo pemerintah daerah baik kota maupun provinsi sudah sangat mambantu dan mendukung acara Imlek sampai Cap Go Meh. Artinya, hubungan kerjasama dengan pemerintah sudah terjalin dengan baik, sehingga bisa menciptakan kegiatan yang menguntungkan semua pihak.

“Ini perlu dijaga dan dibina demi pengembangan serta pelestarian budaya Kota Tanjungpinang,” harapnya.

Tidak berbeda dengan Ketua Inti, Tan Winanto sebagai ketua panitia penyelenggara sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut hadir menyaksikan perayaan Cap Go Meh. Tidak diduga sebelumnya, penampilan beraragam kesenia dan budaya bisa menyulap Jalan Teuku Umar, Tanjungpinang menjadi lautan warga.

“Kami sangat senang dengan kehadiran baik itu warga tionhoa maupun masyarakat lainnya yang iku larut dalam perayaan Cap Go Meh,” ungkapnya senang.

Tan mengakui, masih banyak kekurangan yang muncul pada pelaksanaan kegiatan tersebut. Akan tetapi, penampilan berbagai paguyuban dan marching band, membuat acara ini meriah tanpa ada satu kekuranganpun.“Prinsipnya, kami sebaga panitia sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam perayaan imlek 2562 ini,” ucapnya.

tanjungpinangpos.co.id, 9 February 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita rembug bersama, agar kesenian reog lebih berkwalitas dan berkembang, tetapi jika ngobrol tanpa ada ACTION sama halnya BO'ONG, maka setelah kita ngbrol sambil NGOPI kita TATA gamelan dan langsung kita REOGAN.....