Sabtu, 02 Juli 2011

Celurit dan Reog Ramaikan Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS

Tema PIMITS kali ini memang memadukan antara 'sains' dengan seni budaya untuk menunjukkan bahwa sains itu juga dapat mengakar pada budaya," tutur ketua panitia PIMITS ke-13, Rizky Aulia Heydar, di Surabaya, Minggu.

Dalam PIMITS ke-13 yang dibuka Pembantu Rektor (PR) III ITS Surabaya Prof Dr Ir Suasmoro di Gedung Pusat Robotika itu, tampak 34 jurusan di ITS mengaitkan ilmu yang dipelajari dengan seni budaya di seluruh Indonesia.

Misalnya, jurusan teknik sistem perkapalan yang menampilkan rangkaian celurit di pintu masuk menuju stand/saung mereka, atau jurusan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang menyajikan reog pada peralatan elektronik yang ada di stand/saung mereka.

Lain halnya dengan jurusan Teknik Elektro yang menyajikan pakaian adat Bali yang dikenakan mahasiswa yang menjaga stand/saung mereka, atau jurusan teknik industri dengan pakaian adat Dayak, atau jurusan teknik informatika yang menampilkan dekorasi batik.

"Tidak hanya warna seni budaya, PIMITS kali ini juga memiliki dua even yang berbeda dengan PIMITS sebelumnya yakni kami menggelar Festival Film Pendek dan 'IT Contest' yang diikuti LIPI, Konjen AS di Surabaya, dan lembaga lainnya," kata Rizky.

Mahasiswa dari jurusan teknik elektronika semester 4 itu mengatakan "IT Contest" digelar untuk menyongsong penyelenggaraan "Pagelaran Mahasiswa Teknologi Informasi dan Komunikasi" (GeMasTIK) dengan ITS sebagai tuan rumah pada September-Oktober
mendatang.

"IT Contest itu diikuti 28 peserta yang sudah mempunyai produk aplikatid, sedangkan 18 peserta memiliki produk dalam bentuk 'game' (permainan)," ucapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita rembug bersama, agar kesenian reog lebih berkwalitas dan berkembang, tetapi jika ngobrol tanpa ada ACTION sama halnya BO'ONG, maka setelah kita ngbrol sambil NGOPI kita TATA gamelan dan langsung kita REOGAN.....